Monday, June 24, 2013

Inilah Alasan Penolakan Klaim Asuransi

alasan klaim asuransi ditolak
Stress Berat


Seorang agen Asuransi Prudential bernama Wahyu Supriyono yang bersetifikat AAJI mencoba menjelaskan alasan  klaim asuransi ditolak perusahaan asuransi. Bayangkan betapa seseorang yang telah menyerahkan tanggung jawab resiko kepada Pihak Perusahaan Asuransi, namun ternyata Asuransi tersebut menolak klaimnya, padahal ia merasa sudah memenuhi kewajibannya sebagai nasabah pemegang polis. Namun tunggu dulu, perusahaan asuransi yang mendapatkan otoritas dari Lembaga Keungan Negara untuk beroperasi, tentu sudah melalui fase meneltiaan oleh Pihak yang berwenang dan memenuhi syarat mendirikan dan mengoperasikan perusahaannya. Sehingga nasabah tidak bisa menuduh begitu saja kepada perusahaan asuransi tersebut sebagai perusahaan penipu. Sebab nasabah sendiri apabila merasa dikecewakan bisa mengadu kepada Lembaga Konsumen atau lembaga terkait dengan tindak perdata atau pidana.

Dalam kasus tidak dibayarnya klaim asuransi, dalam hal ini oleh Prudential, karena bapak Wahyu adalah seorang Agen Ausransi Prudential, ia menjelaskan alasannya sebagai berikut:

1. Alasan Grace Period (Masa Tunggu)
            Masa tunggu yang dimaksudkan di sini, ialah masa aktifasi polis sejak tanggal penerbitannya. Untuk perawatan rumah sakit, masa tunggu polisnya adalah 3 hari. Sedangkan untuk penyakit kritis masa tunggu polis adalah 90 hari ( 3 bulan). Ingat ini para nasabah. Ilustrasinya adalah, apabila seseorang nasabah polisnya terbit pada tanggal 1 Januari 2013 lalu ia masuk rumah sakit untuk rawat inap pada tanggal 15 Januari 2013, maka perusahaan menjadikan ini sebagai salah satu alasan menolak klaim asuransinya. Namun jika terjadi kecelakaan pada nasabah tersebut, menurutnya, bisa diklaim.

Maka bagi nasabah hendaknya membaca syarat dan kondisi yang diberlakukan kepada pemegang polis oleh Perusahaan Asuransi yang ia menjadi tertanggung padanya.

2. Kebatalan Polis (Polis Lapse)

            Kebatalan polis terjadi karena tertanggung (nasabah) tidak memenuhi kewajibannya untuk membayar premi sesuai perjanjian, yaitu melampaui batas 45 hari setelah jatuh tempo pembayaran premi. Maka kondisi ini menyebabkan Polis Lapse
            Ketika polis lapse terjadi nasabah dalam keadaan tidak terlindungi. Maka agar anda bebas daro kondisi Lapse ini sebaiknya melakukan pembayaran premi secara autodebet. Dan apabila pembayaran telah dilakukan, agar polis kembali inforce (aktif) nasabah harus melakukan pemulihan setelah memenuhi kewajibannya. Namun demikian selama dalam masa pemulihan, ada masa tunggu kembali seperti di point 1 di mana nasabah dalam kondisi tidak terlindungi.  Maka dalam status polis lepse ini perusahaan beralasan menolak klaim asuransi yang diajukan. (Ingat ini baik-baik para nasabah)

3. Keadaan Pre Existing Condition (Kondisi yang Sudah Ada)

Nah lho, apa lagi ini.  Perusahaan asuransi dalam hal ini memandang pengakuan nasabah sebagai hal yang benar. Prinsip ini pula yang dianut oleh Asuransi Prudential. Yaitu prinsip utmost good faith (itikad baik). Ini berdasarkan informasi yang diperoleh dari nasabah saat mengisi form tentang riwayat kesehatannya, seperti apakah dia merokok atau tidak, dia pernah menderita penyakit tertentu sebelumnya dan riwayat kesehatan lainnya. Untuk itu ada beberapa calon nasabah yang harus medical check-up terlebih dahulu, untuk memastikan apa saat itu penyakit yang pernah dialaminya, terutama yang beresiko tinggi dan kambuh kembali, masih ada atau tidak. Tapi tidak semua melalui proses ini. Contoh kasus, apabila seseorang pernah memiliki riwayat penyakit kanker sebelumnya, namun ia menyembunyikan fakta ini, kemudian 3 bulan kemudian ia mengajukan klaim perawatan penyakit kanker, maka kemungkinan besar pihak perusahaan menolak klaim asuransi tersebut dan tidak membayarnya. (Di sini dituntut nasabah jujur tentang riwayat kesehatan atau penyakitnya)

4. RISK BASE CAPITAL (RBC/ RESIKO BERBASIS MODAL)
     
         Ini salah satu alasan yang sangat memprihatinkan, karena Perusahaan Asuransi tidak membayarkan claim nasabahnya lantaran faktor ketidakmampuan perusahaan asuransi itu dalam membayarkan kewajibannya, sama seperti kasusu Bank Century. Standar dari Departemen Keuangan RI adalah minimal 120 % Aset.  Jadi andai sebuah perusahaan asuransi di mana terjadi seluruh nasabahnya claim dengan jumlah Rp 1,000.000.000 maka perusahaan ini harus memiliki aset minimal Rp 1,200.000.000,-  (Di sini nasabah perlu mengetahui/ recheck dahulu mengenai bonafiditas Perusahaan Asuransi yang ia ikuti.)


Saturday, June 8, 2013

Beberapa Alasan Harus Berasuransi


alasan berasuransi
Hidup seperti telur

            Hidup manusia penuh dengan misteri. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya dan keluraganya. Itu karena manusia tidak mengetahui sesuatu yang ghaib. Jika ada yang mengklaim memiliki pengetahuan tetang perkara yang ghaib secara pasti, kecuali mereka-reka dan menebak-nebak, maka ia pasti pembohong. Ghaib artinya sesuatu yang tidak nyata, bisa berupa alam lain, atau peristiwa yang akan terjadi. Sesuatu yang ghaib itu wajib diimanai oleh manusia beragama, apalagi yang mengaku muslim. Coba aja perhatikan berapa ratus atau ribu kali Kiamat diramal, tapi tak satu pun terbukti, karena mereka hanya memprediksi dan mereka-reka.
            Karena pengetahuan tentang sesuatu yang akan dan belum terjadi itu merupakan misteri dan tidak diketuhi secara pasti oleh mansuia, maka manusia harus berikhtiar sebaik mungkin untuk mempersiapkan kemungkinan yang akan terjadi pada diri dan keluarga atau harta benda. Sebab agama pun tidak menghendaki seseorang meninggalkan keluarganya dalam keadaan terlantar. Inilah yang mendasari perlunya berasuransi.
            Bayangkan jika seseorang yang memiliki keluarga yang masih perlu pendidikan tiba-tiba ia mengalami resiko kecelakaan, terkena penyakit mendadak dan harus dirawat di rumah sakit, betapa ia akan menjadi beban bagi keluaganya dan betapa keluarganya akan menjadi gundah gulana dan kebingunan mencari biaya hidup dan bahkan biaya rumah sakit? Apalagi jika ia merupakan tulang punggung keluarganya.
            Nah inilah yang dinamakan resiko hidup yang harus ditanggung oleh orang yang hidup. Tetapi bagaimana jika ia tidak memiliki kemampuan dan persiapan untuk menghadapi resiko tersebut? Apalagi jika biaya yang diperlukan banyak dan berkelanjutan? Maka di sini perlu seseorang bersikap obyektif dan berpikir jernih,sehingga ia perlu mengalihkan resiko tersebut kepada pihak yang mau mengambil alihnya. Dalam hal ini ialah Perushaan Asuransi Jiwa.
Berikut ini beberapa alasan yang melatarbelakangi seseorang mengambil keputusan mengikuti asuransi, yaitu:
-           Asuransi memberi jaminan perlindungan apabila terjadi musibah (bencana), seperti rumahterbakar, kecelakaan, atau sakit yang perlu perawatan intensif dan biaya tinggi.
-           Memberikan ketenangan baik bagi anda maupun keluarga tercinta. Sebab, apabila terjadi bencana yang tidak diinginkan dan secara tiba-tiba perusahaan asuransi mengambil alih tanggung jawab atas apa yang diakibatkan oleh bencana tersebut, lebih-lebih resiko yang dihadapi korban atau tertanggung itu cukup berat, seperti penyakit jantung, stroke, kanker yang tentunya  membutuhkan biaya perawatan yang besar, yang bila tidak mengikuti asuransi dia dan keluarganya bisa-bisa menjual asset yang ada untuk biaya berobat atau bniaya hidup keluarga yang ditinggalkan. Maka asuransi kesehatan bisa menjadi solusi menghadapi kondisi-kondisi semacam ini.
-          Asuransi memberikan mendidik anda untuk bersikap bijak dalam mengelola keuangan. Sebab dengan mengikuti asuransi, anda berarti menabung dengan nilai plus untuk jaminan masa akan datang bagi anda dan keluarga. Ia bisa menjadi   “jalan keluar” masalah keuangan saat sakit, hingga menutupi ongkos hidup sehari-hari. Sebab, dengan berbagai fasilitas pilihan
asuransi, Anda bisa mendapatkan berbagai keuntungan di saat-saat kritis tersebut. palagi, Anda juga bisa mengatur berapa biaya yang diinvestasikan di asuransi sehingga benar-benar bisa mengatur pengeluaran lebih mudah. Ditambah lagi, jika Anda memiliki asuransi jiwa, saat meninggal, keluarga Anda pun tak akan telantar karena sudah mendapat dana talangan untuk biaya hidup.
-          Asuransi membantu menikmati masa tua yang lebih baik. Terutama bagi karyawan yang mengandalkan pemasukan dari gaji bulanan. Bagaimana ia ketika telah pensiun kemudian gajinya tidak lagi utuh, sementara ia tidak memiliki sumber penghidupan lainnya. Untuk berwiraswasta pun tidak berani karena takut gagal dan tidak terbiasa. Maka di sini sebagai solusinya ia dapat merencanakan tabungan pensiun plus paket asuransi kesehatan akan membuat  masa pensiun lebih menyenangkan.
-          Dengan mengikuti asuransi pendidikan bagi putra puti anda, tentu sangat membantu untuk kelangsungan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga kelak anda dan putra putri anda akan bangga karena mereka dapat bersekolah dan menjadi anak yang terdidik dan berguna.
Itulah berbagai alasan dalam mengikuti program asuransi dengan berbagai variannya. Diperlukan pemikiran yang realistis dan jangka panjang untuk mengambil keputusan sebagai peserta asuransi dengan bijak sesuai kebutuhan.

Saturday, May 18, 2013

Inilah Asurasnsi Tubuh Selebriti Termahal




      Entah karana alasan kelebihan duit atau karena sayang anggota badannya, para selebriti ini rela merogoh koceknya dan mengeluarkan dana besar untuk mengasuransikan bagian tubuh yang paling ia sayangi. Ini terjadi di luar sana. Kalau di Indonesia sepertinya belum ada yang berbuat begitu.  Kalau untuk asuransi kesehatan, kematian dan kendaraan atau rumah sih banyak.
            Perbuatan para artis tersebut bisa dimaklumi, sebab bagian tubuh yang mereka asuransikan adalah bagian tubuh mereka yang dianggapnya paling seksi, menarik dan mendatangkan hasil baginya, membuatnya menjadi selebriti dan ngetop. Pastinya uang yang mereka dapatkan dari anggota tubuh yang diasuransikannya itu melimpah, bisa jutaan sampai ratusan juta dolar. Kalau tidak mereka tentu mikir berkali-kali untuk mengasuransikan anggota tubuh mereka.
            Maka inilah daftar Selebritis yang konon asuransi tubuhnya paling mahal, menurut versi On The Spot Trasns7:
1. Cristiano Ronaldo
Pemain Bola Cristian Ronaldo, capeten keseblasan Potugal ini, yang kakinya bersahabat dengan bola itu dan entah karena baunya atau aromanya yang khas sehingga bola mau aja nurut dan ditendang sama kakinya, mengasuransikan kakinya itu senilai US$ 144 juta atau sekitar Rp 1,4 triliyun. Nilai tersebut jauh  melebihi biaya transfer yang harus dibayar Real Madrid tempat dia bernaung.

2. Jennifer Lopez
Bagian  bokong terindah Jenifer Lopez diasuransikannya sebesar antara US$ 27 – 800 juta atau setara dengan Rp 250 M sampai 7,4 triliyun. Taksiran harga body Jenifer.Lofez konon sekitar US$ 1 M, maksudnya biaya asuransi yang dikeluarkannya. Sebab dia juga mengasuransikan bagian tubuhnya yang paling yahud, yaitu  payudara sebesar US$ 200 juta, rambutnya US$ 50 juta dan setiap kilogram dari 54,4 kg tubuhnya sebesar US$ 18,4 juta.  Karena hampir semua anggota badannya ia asuransikan maka ia dijuluki boneka $ 1 M. Meskipun jubir Jenifer membantah la tersebut dengan mengatakan bawa yang diasuransikan yaitu bagian tubuh depan sebesar US$ 200 juta dan sisi belakangnya dua kali lipat, jadi sekitar 600 juta US.
3. Heidi Klum
Seorang Heidi Klum mengasuransikan kedua kakinya, yang  kanan sebesar US$ 2,2 juta atau sekitar Rp 20,3 M . Sedangkan kaki sebesar US$ 1 juta atau senilai dengan Rp 9,2 M. Ini karena terdapat sedikit luka pada kaki kiri Klum.

4. Mariah Carey
Penyanyi bersuara merdu dan melengking ini tidak mau ketinggalan dengan Ronaldo, ia mengasuransikan kakinya senilai US$ 1 M atau sekitar Rp 9,3 triliyun. Menurutnya, hal itu ia lakukan untuk jaga-jaga bila suatu saat kaki indahnya mengalami sesuatu yang tidak diinginkan.





5. Rihanna
Di antara yang mengasuransikan kakinya lagi, ialah Rihana. Dana yang dikeluarkan untuk mengasuransikannya sebesar US$ 1 juta atau setara dengan Rp 9,2 M bagi kedua pasang kaki mulus dan indahnya.

  










6. America Ferrera
Yang satu ini menghabiskan danan sebesar US$ 10 juta atau senilai dengan Rp 90 M untuk mengasuransikan giginya.






 
5. David Beckham
Pemain bola ganteng ini dikabrkarkan mengasuransikan kakinya sebesar US$ 70 juta.
         
Apa mas bro dan sis mau mengikuti jejak mereka? Kalau kebanyakan duit sih gak apa-apa. Tapi mungkin lebih baik diamalkan saja buat yatim piatu, majid, orang-orang yang kesusahan, para pengungsi korbar perang, madrasah dan amal social lainnya. Biar jadi amal jariah buat bekal di akhirat. Toh kalau udah ajal, mati mati juga, dan tubuh indah itu akan busuk dan dimakan binatang di dalam tanah, menjadi bau dan menjijikkan, lalu menjadi tengkorak yang menakutkan.